Showing posts with label komunikasi. Show all posts
Showing posts with label komunikasi. Show all posts

Thursday, November 21, 2013

BBM-an di Laptop Why Not...?

Sejak Peluncuran BBM untuk Android Akhir September lalu yang pada akhirnya sempat dihentikan dan dibuka kembali sebulan kemudian di Oktober 2013, aku punya suatu hipotesis bahwa dengan cara tertentu BBM Android ini dapat dijalankan melalui laptop. Ini berdasarkan pengalamanku dulu waktu menginstal emulator BB di laptop. Naah... Kalo Emulator BB udah tersedia, pastinya emulator Android pun harusnya ada dooonk...?

Keyakinan itulah yang membuatku kasak-kusuk cara instal BBM android di laptop; di saat orang lain sibuk mikirin Handset Android apa yang cocok dengan budgetnya; aku malah berfikir bagaimana caranya ber BBM-an Ria dengan memanfaatkan Laptop yang tersedia dan GRATISS tentunyaa... hehe.

Setelah bergelut cukup lama akhirnya pada hari ini 21 November 2013 Genap 2 bulan setelah BBM Android diluncurkan, akhirnya misi BBM-an di Laptop BERHASIL... 



Berikut adalah alat tempur yang harus diunduh agar bisa BBM-an di Laptop:

  1. Oracle VirtualBox, yang berfungsi sebagai Software Virtual Machine, dapat didownload gratis DISINI.
  2. Genimotion, yang fungsinya sebagai "frame" untuk mengatur ukuran layar Android Virtual yang ditampilkan, dapat didownload gratis DISINI.
  3. Android SDK Bundle, Fungsinya sebagai "Lingkungan Virtual" dari tampilan Android yang ditampilkan oleh GeniMotion. Dapat didownload DISINI. Warning..! ukurannya 500 MB-an...! pastikan kuota internet anda cukup... hehehe...
  4. File Tablet Andoid Virtual / Jadi-jadian yang berbentuk file *.ova bisa didownload DISINI. File ini akan menghasilkan tampilan tablet Android 4.2.2 (Jelly Bean API Level 17) yang sudah dilengkapi dengan Google Market. Ukurannya Lumayan besar 200 MB-an.
Selanjutnya, Gimana cara menginstallnya...? Monggo silakan dipanteng DISINI. Dijamin, apabila bisa mengikuti langkah-langkahnya dengan baik, maka BBM pun langsung Online di Laptop anda. SELAMAT MENCOBA...

BTW, trims banget buat agan KasKus Warungmirah karena berkat Threadnya aku berhasil "menyulap" Laptopku agar bisa BBM-an.

Wednesday, November 07, 2007

BUG LEBARAN ESIA GOGO

Iklan diatas mungkin saja bisa berubah menjadi Nol Rupiah per Jam setelah anda membaca tulisan dibawah ini.

Bug ini tak sengaja saya temukan ketika beberapa hari yang lalu saya tiba-tiba mesti pulang kampung karena mendadak temen saya mau menikah tanggal 3 November, maju seminggu dari rencana semula. Padahal kurang 2 minggu sebelumnya saya baru aja pulang mudik lebaran. Bug ini berupa kebocoran pulsa sebesar Rp. 20.000 yang tiba-tiba ditambahkan pada Nomor Esia GoGo saya, dan walaupun Saldo pulsa tersebut telah saya gunakan di kampung halaman, namun begitu kembali ke Jakarta Saldo pulsa saya kembali utuh.

PENEMUAN BUG
Ceritanya begini, sehari menjelang keberangkatan Mudik Lebaran (H-6) saya mengaktifkan fitur Esia GoGo untuk 10 hari dengan format : GOGO TASIK 10, yang berarti aktifasi esia GoGo untuk wilayah Tasikmalaya selama 10 hari. Proses “booking” nomor pun berjalan dengan lancar.

Setibanya di kota tujuan, proses aktifasi nomor GoGo saya melalui *6060 berjalan sangat mulus hanya menunggu kurang dari 30 menit Nomor GoGo saya sudah dapat berfungsi. Nomor Jakarta saya (021 993xxx) telah berubah menjadi (0265 913xxx). Semuanya berjalan lancar termasuk fungsi Call dan SMS Forwarding dari Nomor Esia Jakarta saya.

Keanehan mulai muncul ketika saya telah tinggal lebih dari 10 hari di Tasik. Nomor Esia GoGo saya tetap jalan, walaupun tanpa melakukan perpanjangan aktifasi. Tapi hal ini saya anggap sebagai bonus lebaran dari Esia.

Saya pulang ke Jakarta pada H+8 melalui rute Puncak, berarti Nomor Esia GoGo saya telah aktif selama 14 hari tanpa proses perpanjangan aktifasi. Sebelum pulang, saya melakukan deaktifasi Nomor Esia GoGo dengan mengetikan HOME, dikirim ke 6060, dan pada saat itu juga Nomor Esia GoGo saya sudah tak lagi bisa dipakai. Saat itu saldo pulsa Esia GoGo saya tinggal Rp. 300 dan saldo Nomor Esia Jakarta saya Rp. 4.800.

Dalam perjalanan pulang, kira-kira di daerah Cipanas Cianjur, saya iseng-iseng mencoba menelpon nomor Esia Istri saya yang masih berada di Tasik dengan format 01010+Kode Area+Nomor Esia Tujuan. Tapi dari ujung telpon sana terdengar jawaban AVR (Auto Voice Response) yang berbunyi “Selamat datang di layanan prabayar Esia, Pulsa anda saat ini adalah dua puluh ribu rupiah”. Sontak saya kaget…! Lho…! Bukannya pulsa saya tinggal Rp. 300? Tanpa pikir panjang saya pun mencoba nelpon istri saya, dan ternyata nyambung! Istri saya kaget, karena nomor Esia GoGo Tasikmalaya saya kok masih aktif, padahal saat itu posisi saya sudah di Cipanas Cianjur...! Kemudian saya coba melakukan panggilan ke nomor lain, dan hasilnya nyambung seperti biasa. Lalu saya coba periksa saldo melalui *555, ternyata pulsa saya telah berkurang menjadi Rp. 19.750. Saldo itu saya biarkan saja dengan asumsi, toh nanti juga pasti akan diakumulasikan dengan saldo pulsa di Nomor Esia Jakarta saya.

Sesampainya di Wilayah Ciawi, HP Esia saya sama sekali tidak bisa digunakan untuk melakukan panggilan, namun Fungsi SMS dapat berjalan seperti biasa. Begitu masuk Jagorawi, Nomor Esia Jakarta saya sudah aktif kembali, dan betapa kecewanya saya, karena Saldo Pulsa Esia saya kembali ke semula yaitu Rp. 5.100 (Akumulasi sisa pulsa Nomor GoGo dan Pulsa di nomor Jakarta saya). Saya pikir, kalo tahu gitu saldo Rp. 20.000 yang tadi saya dapatkan mungkin sudah saya habiskan saja di Cianjur.

PEMBUKTIAN KEMBALI
Dua minggu telah berlalu, dan Istri saya telah kembali ke Jakarta seminggu setelah saya balik. Tiba-tiba saya dapat kabar kalau teman saya akan menikah tanggal 3 November di Tasikmalaya (dimajukan seminggu dari rencana sebelumnya. Wah...! Saya seolah mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kevalidan dari bug yang saya alami dua minggu yang lalu.

Kali ini saya mengambil rute Cipularang. Sebelum berangkat saya melakukan Isi ulang Pulsa sebesar Rp. 25.000, lalu melakukan “Booking“ nomor esia GoGo untuk 2 hari. HP saya masih berfungsi seperti biasa ketika keluar dari tol Pondok Gede Timur. Sesampainya di wilayah Purwakarta (kode area 0264), Penyakit iseng saya kambuh lagi....! saya mencoba memanggil nomor Esia Istri saja yang kini sudah berada di Jakarta. Dan hasilnya....? bukan nada sambung yang saya dapatkan, melainkan suara si cantik yang baik hati di seberang sana yang berkata “Selamat datang di layanan prabayar Esia, Pulsa anda saat ini adalah dua puluh ribu rupiah”. Antara percaya dan tidak saya panggil lagi nomor Istri saya dengan tambahan kode 01010. Lalu ngobrol sepuasnya; dalam hati saya pikir, paling-paling nanti saldo Rp. 25.000 saya pasti akan dikurangi. Istri saya sempet tidak percaya karena ketika saya telepon di HP-nya tertulis nomor Esia GoGo Tasikmalaya yang sama dengan esia GoGo waktu mudik Lebaran...!, dia sempat menyangka kalau saya sudah sampai di tujuan. Tiba-tiba keasikan bertelepon pun mulai terputus-putus mungkin karena sinyal BTS Purwakarta sudah melemah yang ditandai adanya indikator “Call was lost” di HP saya.

Menjelang pintu tol Padalarang, sinyal kembali penuh, namun ketika saya coba melakukan panggilan terdengar jawaban AVR yang mengatakan kalau Nomor Esia saya hanya bisa digunakan di dalam wilayah kode area Nomor Esia saya. Pada saat itu saya berasumsi kalau saya telah memasuki kode area Bandung (022). Hal yang sama pun terjadi ketika saya mencoba melakukan panggilan di wilayah Garut (0262).

Setibanya di Tasikmalaya, saya langsung mencoba memanggil nomor Esia istri saya, dan ternyata nyambung...! Namun ketika HP saya digunakan untuk menelepon rumah, terdengar suara AVR yang meminta saya untuk melakukan registrasi ke 4444. Setelah registrasi, HP saya kembali berfungsi normal dengan nomor Esia GoGo yang sama dengan dua minggu yang lalu (0265 913xxx). Setelah saya cek, saldo pulsa saya saat itu sekitar Rp. 18.000. Hal ini tentu saja sangat mengherankan bagi saya karena pada saat itu saya belum melakukan proses aktifasi nomor gogo yang biasa saya lakukan sebelumnya dengan cara memanggil *60601021993xxx.

Selama berada di Tasikmalaya Nomor GoGo saya berfungsi normal, namun Nomor Esia Jakarta saya sama sekali tidak bisa dihubungi, dengan demikian fungsi Call dan SMS Forwarding dari nomor Jakarta tidak berfungsi. Hal ini tetap berlangsung, walaupun saya telah beberapa kali melakukan proses aktifasi melalui *60601021993xxx. Tapi hal ini tidak menjadi halangan bagi saya, yang penting komunikasi jalan terus. Sampai pada saat menjelang pulang, saldo saya tersisa Rp. 11.000, berarti selama di Tasik saya telah menghabiskan pulsa sebesar Rp.9.000.

Dalam perjalanan pulang, begitu keluar dari jangkauan BTS Tasikmalaya dan memasuki sinyal Garut dan Bandung, HP saya sama sekali tidak dapat berfungsi. Namun ketika sampai di wilayah Purwakarta, HP saya berfungsi kembali seperti biasanya...! saya bisa nelpon ke manapun dengan nomor GoGo Tasikmalaya saya...! dengan kata lain kode area 0265 dapat berjalan di kode area 0264...! Pada saat itu saya masih berasumsi Saldo pulsa saya akan dikurangi seperti biasanya.

Sesampainya di Jakarta saya menerima SMS kalau Nomor saya telah kembali ke nomor semula. Namun anehnya HP saya saat itu hanya bisa menerima panggilan dari luar, tapi belum bisa melakukan panggilan keluar. Saya coba telepon ke CSR Esia sampai beberapa kali, tapi solusinya selalu sama, yaitu HP saya harus dimatikan dulu selama 15 menit, namun HP saya tetap tidak bisa melakukan panggilan dan kirim SMS.

Keesokan harinya, HP saya sudah bisa berfungsi seperti biasa, dan yang paling mengherankan, ketika saya cek pulsa, ternyata saldo pulsa saya masih utuh....! Rp. 25.000. Jadi Pulsa Rp. 20.000 yang selama ini saya pakai di Tasik dan Purwakarta dari mana dong...!

KESIMPULAN
Dari rentetan kejadian diatas, dapat disimpulkan, bahwa selama saya berada di Tasikmalaya, Sistem menganggap kalau saya belum mengaktifkan Nomor alokasi Esia GoGo yang semestinya dipergunakan, hal ini dikarenakan karena sebelumnya saya telah diberi nomor GoGo lama (bekas lebaran) di wilayah Purwakarta yang mungkin masih ter-cache oleh sistem. Sehingga ketika saya kembali ke Jakarta, Sistem menganggap “tidak ada penggunaan pulsa”, selama saya berada di Tasikmalaya, karena alokasi nomor GoGo yang diberikan oleh sistem tidak pernah saya pakai.

Adapun Pulsa yang saya dapatkan sebesar Rp. 20.000 di wilayah Cianjur (0263) dan Purwakarta (0264), menandakan bahwa sistem pada saat itu mengira kalau nomor saya merupakan nomor perdana yang sebelumnya sama-sekali belum pernah digunakan. Hal ini dibuktikan dengan adanya komentar AVR “Selamat datang di layanan prabayar Esia, Pulsa anda saat ini adalah dua puluh ribu rupiah”, dimana komentar tersebut persis sama dengan apa yang terjadi ketika kita pertama kali menggunakan perdana Esia untuk pertama kalinya.

Adapun hal belum saya temukan jawabannya sampai saat ini adalah kenapa kode wilayah Tasikmalaya (0265) bisa berjalan normal di kode area Cianjur (0263) dan Purwakarta (0264)? Mungkin diantara rekan-rekan atau bahkan pihak Bakrie Telecom ada yang dapat memberikan penjelasan atas bug ini?

Tuesday, May 22, 2007

PERANG TARIF PRODUK CDMA PRABAYAR

Persaingan dalam bisnis telekomunikasi saat ini semakin ketat saja. Hal ini ditandai dengan munculnya operator-operator baru yang semakin agresif dalam memasarkan produk-produk telekomunikasinya. Kekaisaran GSM yang terdiri dari 3 Operator besar (Telkomsel, Indosat, XL) yang sempat merajai pasar komunikasi tanah air kini perlahan tapi pasti mulai terusik oleh pergerakan gerilya dari 4 operator CDMA yang semakin hari semakin ganas dalam menyabot ceruk-ceruk kekuasaannya.

Terkecuali Mobile 8 Fren yang memegang lisensi selular; yang menjadi penyebab utama tingginya daya saing para operator CDMA terhadap operator GSM yaitu jenis lisensi yang mereka pegang yaitu Fixed Wireless Terminal yang bersifat Limited Mobility yang secara teori nomor operator tersebut hanya bisa beroperasi di dalam satu kode area saja; tapi dalam kenyataannya para operator CDMA tersebut telah menemukan jurus yang sangat ampuh, dimana dalam keadaan tertentu para penggunanya dapat dengan mudah mendapatkan nomor baru ketika dia berada di daerah yang berada diluar kode area nomornya. Misalnya Telkom Flexi dengan fitur Flexi Combo dan Esia dengan fitur Esia GoGo-nya.

Tulisan ini tidak akan membahas ketar-ketirnya Para operator GSM dalam menghadapi ganasnya ekspansi pasar operator CDMA yang semakin hari semakin menjadi-jadi, melainkan hanya akan mengupas betapa persaingan antar operator CDMA sendiri pun tidak kalah serunya untuk kita saksikan, hal ini dikarenakan oleh perbedaan latar belakang dan sejarah kelahirannya di bumi indonesia ini. Tulisan ini pun hanya dibatasai pada tarif CDMA prabayar saja, dengan asumsi bahwa pengguna prabayar masih mendominasi pasar telekomunikasi sampai saat ini. Mudah-mudahan tulisan ini dapat berguna bagi para pengguna jasa komunikasi atau calon pengguna jasa telekomunikasi untuk lebih arif dalam menentukan pilihannya.

Ada enam arena perang tarif yang akan dibahas disini, yaitu arena sesama operator, PSTN (telepon kabel Telkom), selular, SMS, SLI dan Internet. Dua operator CDMA yang salah satunya telah berani menerjunkan dua produknya sekaligus (Bakrie Telecom) dan dua produk CDMA yang masing-masing berasal dari dua operator telekomunikasi yang lebih dulu hadir di Indonesia akan ikut serta dalam perang tarif ini (Telkom dan Indosat), sehingga jumlah produk CDMA yang akan turun dalam perang tarif kali ini adalah sebanyak 5 produk. Adapun kelima produk CDMA tersebut adalah:

  1. Esia dari Bakrie Telecom
  2. Wifone dari Bakrie Telecom
  3. Fren dari Mobile 8
  4. Flexi dari Telkom
  5. Starone dari Indosat

Profil produk – produk CDMA

Sebelum kita menyaksikan bagaimana serunya perang tarif antar produk CDMA, ada baiknya kita tinjau dulu profil dari masing-masing produk yang bertempur:

  1. Esia

Esia merupakan produk CDMA pertama yang dilahirkan oleh Bakrie telecom. Senjata utamanya terletak pada tarifnya yang luar biasa murah untuk sesama jaringannya yaitu hanya Rp.50/menit atau Rp.1000/jam.

  1. Wifone

Wifone merupakan produk CDMA kedua yang baru dilahirkan oleh Bakrie telecom. Senjata utamanya terletak pada tarif yang super murah untuk menelpon ke PSTN lokal yang hanya seharga Rp. 165/menit. Ini merupakan tarif paling murah, bahkan lebih murah dari tarif lokal antar PSTN sekalipun. Hal ini wajar, mengingat dari segi jenis terminalnya pun Wifone memang hanya dirancang untuk menggantikan telepon rumah konvensional.

  1. Fren

Fren lahir dari operator Mobile 8 yang merupakan milik salah satu keturunan dinasti Cendana. Produk yang satu ini mempunyai strategi harga yang cukup unik. Mereka berani menawarkan tarif hanya Rp. 5 per 30 detik (Rp. 10/menit) untuk menit ke-3 dan selanjutnya; dengan catatan untuk 2 menit pertama tarifnya masing-masing Rp.300, dengan kata lain pemakai harus membayar RP.600 terlebih dulu sebelum menikmati tarif murah tersebut. Strategi ini bisa jadi akan sangat menipu bagi calon konsumen yang belum mengerti syarat dan kondisinya.

  1. Flexi

Flexi lahir dari operator Telkom yang merupakan perusahaan telekomunikasi pertama di bumi Indonesia. Setelah sempat melenggang sendirian dengan produk telepon rumahnya, di era 90-an ia membentuk anak perusahaan yang bernama Telkomsel yang kini masih menjadi operator GSM terbesar di bumi Indonesia. Entah untuk meminimalisir ancaman bagi anak perusahaannya tersebut atau memang ingin mengambil ceruk kekuasaan baru di wilayah CDMA, 10 tahun kemudian Telkom melahirkan Flexi yang berbasis CDMA. Senjata utama dari Flexi adalah tarif sesama jaringannya yang hanya Rp.49/menit.

  1. Starone

Starone merupakan produk dari Indosat yang lebih terkenal sebagai operator GSM terbesar kedua setelah Telkomsel. Kalau melihat latar belakang Indosat yang merupakan operator GSM dan telah mempunyai beberapa produk GSM, Starone kelihatannya tidak lebih dari sekedar produk sampingan yang hanya ditujukan untuk membuktikan eksistensi Indosat dalam kancah teknologi CDMA. Hal ini bisa terlihat dari ekspansi pasarnya yang cenderung setengah-setengah. Mungkin dengan alasan takut mengganggu pasar produk-produk GSM-nya. Padahal kalau dilihat dari tarif yang ditawarkan, Starone hampir memiliki segalanya, mulai dari tarif sesama jaringan yang hanya RP.19/menit sampai akses internetnya yang murah hanya RP.3/kb.

  1. Arena Perang Tarif Sesama Jaringan

NO

OPERATOR

SESAMA JARINGAN

LOKAL

INTERLOKAL

1

BAKRIE ESIA

50

50

2

BAKRIE WIFONE

100

100

3

MOBILE 8 FREN*

10

10

4

TELKOM FLEXI

49

900

5

INDOSAT STARONE

19

16,65 atau 33,32

Dalam arena sesama jaringan terlihat jelas bahwa sebetulnya Starone mempunyai senjata pemusnah yang paling berbahaya, namun sungguh disayangkan daya jangkaunya sampai saat ini masih sangat terbatas. Sampai saat ini Starone baru mempunyai kekuasaan terbatas di Jabodetabek, Padang, Surabaya dan Pontianak. Hal inilah yang seringkali menjadi pertanyaan mengenai status Starone apakah sebagai ”Sang Jagoan” atau tak lebih dari sekedar ”anak haram” dari Indosat.

Untuk Arena Sesama Jaringan yang memegang rekor paling optimal untuk lokal dan interlokal jatuh pada Esia, karena selain tarifnya yang murah meriah, jangkauannya pun sudah mulai merambah ke daerah-daerah pelosok. Lain padang lain ilalang, dengan strategi pemasaran yang cukup unik (baca: rada-rada nipu), Fren pun menawarkan harga Rp.5 untuk pemakaian menit ke 3 dst, dengan catatan menit ke-1 dan ke-2 masing-masing dipatok Rp. 300. Dengan kata lain pelanggan dipaksa untuk membayar Rp. 600 untuk 2 menit pertama sebelum bisa menikmati tarif murah tersebut.

  1. Arena Perang Tarif ke Telepon Rumah (PSTN)

NO

OPERATOR

PSTN

LOKAL

<200km

200 - 500KM

>500KM

1

BAKRIE ESIA

500

1000/909

2273/1364

2273/1364

2

BAKRIE WIFONE

165

1290/645

1815/915

2270/1135

3

MOBILE 8 FREN

1500

1500

1500

1500

4

TELKOM FLEXI

250

1400

2400

2400

5

INDOSAT STARONE

260

1500/100

2100/1300

2500/1600

Sungguh tidak disangka-sangka untuk arena PSTN secara mutlak Wifone memegang tarif yang paling murah yaitu Rp. 165, bahkan jauh lebih murah dari Flexi yang merupakan produk Telkom sang pemilik jaringan PSTN. Flexi sendiri mematok harga Rp. 250 untuk biaya lokal. Begitu pula dalam hal interlokal, Wifone ternyata masih lebih murah dibandingkan dengan Flexi, hanya bedanya wifone menggunakan pentarifan Peak dan off peak sedangkan Flexi bersifat flat (tarif sama sepanjang hari).

  1. Arena Selular

NO

OPERATOR

SELULAR

LOKAL

<200km

200 - 500KM

>500KM

1

BAKRIE ESIA

800

1545/1364

2727/1818

2727/1818

2

BAKRIE WIFONE

800

1696/970

2221/1240

2676/1460

3

MOBILE 8 FREN

1200

1200

1200

1200

4

TELKOM FLEXI

800

1900/1200

3300/2200

3300/2200

5

INDOSAT STARONE

750

1600/1200

2500/1500

3000/1850

Dalam hal tarif telepon ke selular sekali lagi Starone menunjukan tajinya dengan hanya mematok harga Rp. 750 untuk menelpon ke selular lokal. Namun sayang sungguh sayang, jangkauan jaringannya yang masih terbatas mungkin akan membuat para calon konsumennya untuk berfikir dua kali sebelum menjatuhkan pilihannya kepada sang ”Jagoan” ini.

Disisi lain duo Esia dan Wifone menawarkan harga yang paling optimal untuk menelpon ke HP selular baik lokal maupun interlokal. Sedangkan Flexi, walau memasang harga sama dengan Esia untuk Lokal, namun lebih mahal untuk penggunaan interlokal. Pilihan alternatif jatuh pada mobile-8 yang memasang harga flat Rp.20/detik atau Rp.1200/menit ke semua operator selular kapan pun dan dimanapun.

  1. Arena SMS

NO

OPERATOR

SMS

SESAMA OP

OP LAIN

INTERNASIONAL

1

BAKRIE ESIA

50

250

X

2

BAKRIE WIFONE

50

250

X

3

MOBILE 8 FREN

350

350

500

4

TELKOM FLEXI

100

350

X

5

INDOSAT STARONE

100

350

X

Dalam arena SMS sepertinya duo Esia dan Wifone kembali merajai. Hal ini terbukti dari tarif sesama jaringannya yang paling murah, yaitu hanya Rp. 50/SMS, dan Rp. 250 untuk SMS ke operator lainnya. Tapi dari segi aksesibilitas, walaupun Fren mematok tarif SMS yang paling mahal untuk ukuran situasi sekarang baik untuk sesama jaringan maupun lintas operator, namun fitur SMS internasionalnya yang hanya Rp. 500 patut diperhitungkan bagi pemakai yang seringkali ber-SMS ria dengan teman lintas negaranya.

  1. Arena SLI

NO

OPERATOR

SLI

KETERANGAN

REGULAR

VOIP

1

BAKRIE ESIA

X

1500

VOIP 01010

2

BAKRIE WIFONE

X

1500

VOIP 01010

3

MOBILE 8 FREN

8000/12000

2000/4000

VOIP 01068

4

TELKOM FLEXI

TARIF 007

TARIF 01017

VOIP 01017

5

INDOSAT STARONE

TARIF 001/008

1000/2750

VOIP 01016

Dalam arena SLI, 3 dari 4 laskar CDMA telah mempunyai 2 pilihan akses SLI yaitu akses Reguler dan akses VoIP. Sedangkan Esia dan Wifone hanya memiliki 1 macam akses SLI yaitu melalui akses 01010. Untuk urusan tarif, memang VoIP sanggup memangkas biaya yang harus dikeluarkan sampai 90% lebih murah dari tarif reguler! Dalam hal ini Esia memiliki tarif flat ke seluruh negara dengan hanya mematok tarif Rp. 1.500/menit. Sedangkan Indosat memasang sistem zoning, dengan memberlakukan dua tarif sesuai dengan negara yang dituju, yaitu Rp. 1.000/menit dan Rp. 2.750/menit.

  1. Arena Internet

NO

OPERATOR

INTERNET

1

BAKRIE ESIA

5/KB

2

BAKRIE WIFONE

125

3

MOBILE 8 FREN

5/KB

4

TELKOM FLEXI

5/KB

5

INDOSAT STARONE

3/KB atau 110/menit

Mobile Internet telah menjadi ceruk pasar yang makin berkembang. Dalam hal ini Indosat starone telah memiliki senjata yang cukup mematikan baik ditinjau dari sudut time based maupun volume based. Tarif time based Starone hanya seharga Rp.110/menit, dan volume based hanya seharga Rp. 3/KB sehingga layak mendapatkan predikat internet termurah di kelas CDMA prabayar. Lain halnya dengan para kompetitornya, dalam hal volume based mereka hanya sanggup menawarkan tarif Rp. 5/KB. Sementara Wifone menawarkan tarif time based seharga Rp. 125/menit.

Dari paparan mengenai perang tarif di 6 arena perang diantara pasukan CDMA, mungkin kita sudah dapat menyimpulkan sendiri produk CDMA manakah yang pantas untuk kita pergunakan sesuai dengan keperluan kita masing-masing, sehingga biaya yang telah kita keluarkan untuk membeli pulsa akan sesuai dengan manfaat yang kita dapatkan.

Referensi: mystarone.com, esia.co.id, wifone.co.id, mobile-8.com, telkomflexi.com