Saturday, December 06, 2025

PROLOG

Ada satu fase dalam hidup yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, yaitu ketika dipertemukan dengan seseorang yang mengubah seluruh caraku memandang cinta, diri sendiri, dan bahkan tentang takdir Tuhan. Pertemuan yang tidak selalu indah, bahkan, seringkali terasa mengguncang daripada menenangkan. Namun dari setiap retakan luka itu saya belajar banyak hal yang belum pernah saya temui sebelumnya.

Saya menulis buku ini bukan sebagai ahli psikologi, melainkan sebagai seseorang yang belajar tetap mencintai saat terluka, bertahan di saat jatuh, lalu bangkit sambil merangkai kembali kepingan-kepingan diri yang tercerai-berai. Saya menulis sebagai seorang penyintas, sekaligus seorang manusia yang sedang belajar memahami takdir Tuhan dengan cara yang lebih matang & bijaksana.

Ada masa dimana saya bertanya pada diri sendiri "Kenapa aku dipertemukan dengan orang seperti ini?”. Pertanyaan itu bergema begitu lama hingga akhirnya saya sadar jika ujian  ini tidak semata-mata datang agar saya lebih memahami pasangan saya, tetapi justru untuk membuat saya lebih memahami diri saya sendiri.

Berhubungan dengan pasangan Narsistik / NPD seperti berjalan melewati lorong panjang yang penuh cermin. Di dalam sana, kita akan melihat versi diri kita yang paling rapuh, yang takut ditinggalkan, yang haus pengakuan, yang mudah luluh oleh pujian, yang merasa harus menyelamatkan semua orang dan justru lupa akan diri sendiri. Disanalah saya perlahan menyadari bahwa Tuhan tidak memberikan hubungan ini untuk membuatku hancur, melainkan untuk menyadarkan bahwa saya masih punya ruang untuk bertumbuh.

Saya pernah bertahan di titik terendah, saat cinta terasa seperti medan perang, ketika dukungan berubah menjadi tuntutan, dan ketika kesabaran terasa seperti beban yang hanya ditanggung seorang diri. Namun di tengah semua itu, saya juga menemukan momen-momen istimewa yaitu pada saat hati mulai mengerti, saat logika dan rasa mulai berdamai, saat saya mulai berhenti bertanya “Tuhan, mengapa ini terjadi padaku...?” dan mulai bertanya “Tuhan, Apakah yang ingin Engkau ajarkan melalui semua ini...?”.

Buku ini adalah rangkuman dari perjalanan saya menemukan kedamaian di tengah badai emosi, menemukan batas sehat di tengah tarik-ulur yang menyiksa, dan yang paling penting saat pada akhirnya kita bisa menemukan diri sendiri kembali.

Jika saat ini kamu sedang berada di hubungan yang melelahkan dengan pasangan narsistik / NPD, saya hanya ingin kamu tahu jika Kamu tidak sendirian...! Apa yang kamu rasakan itu valid. Apa yang kamu perjuangkan memang berat, namun apa yang sedang kamu pelajari sangatlah berharga, karena tak semua orang sanggup untuk melaluinya.

Semoga halaman demi halaman dalam buku ini bisa membuatmu merasa lebih paham, lebih kuat, dan lebih dekat dengan dirimu yang sesungguhnya. Semoga kamu menemukan hikmah sebagaimana saya menemukannya; bahwa Tuhan sering kali membungkus pelajaran besar dalam hubungan yang sulit, bukan untuk menghukum tetapi untuk mematangkan jiwamu.

Selamat membaca.
Semoga perjalanan ini bisa membawa kita pulang ke diri kita yang seutuhnya.

Tasikmalaya 121225

Fitra Lugina, SS.

No comments: